info@berkatrohani.com  085738728337

Kekuatan Pikiran

Amsal 8:9 – Semuanya itu jelas bagi yang cerdas, lurus bagi yang berpengetahuan

“Ada cukup energi atom dalam pikiran manusia untuk meledakkan kota New York.” Demikianlah Dr. Norman Vincent Peale, penulis buku laris The Power of Positive Thinking berujar. Sebab jika “kekuatan pikiran” ini sepenuhnya digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia, maka hal-hal yang luar biasa akan terjadi. Diperkirakan bahwa manusia rata-rata hanya menggunakan kurang dari 10 persen potensi pikirannya. Bahkan Albert Einstein, si jenius teori relativitas, menggunakan hanya 15 persen potensi pikirannya. Pikiran kita memiliki kuasa yang super dahsyat, namun kita menyia-nyiakan 90 persen dari daya ini.

Seandainya kita tahu bahwa ada potensi yang luar biasa di dalam pikiran kita, tentu kita tidak akan pernah menyia-nyiakan pikiran kita begitu saja. Tentu kita akan terus menggali dan memaksimalkannya begitu rupa. Jika saja setiap orang mau memaksimalkan kuasa di dalam pikirannya, maka setiap orang pasti akan sukses dan mengalami kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Anda memiliki kuasa yang luar biasa di dalam pikiran Anda, sebab itu berpikirlah besar supaya hal-hal besar akan terjadi dalam hidup Anda.

Semuanya bermula dari pikiran kita. Kreatifitas, inovasi, pencapaian hal-hal besar, teknologi yang super canggih, penemuan-penemuan hebat, dsb, semuanya bermula dari pikiran kita. Sudah seharusnya kita menggunakan pikiran kita untuk hal-hal positif dan kemajuan-kemajuan seperti itu. Sayangnya, kebanyakan orang tidak melakukannya. Justru yang menyedihkan, mereka menggunakan pikirannya untuk hal-hal negatif. Mereka menggunakan pikirannya untuk menyangkal potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri. Pikiran mereka berkata, “Aku tidak mungkin bisa. Aku tidak mungkin berhasil. Aku akan gagal, dsb.” Tidak heran kalau sementara beberapa orang menjadi sedemikian maju, kreatif dan melakukan terobosan-terobosan luar biasa, mereka yang menggunakan pikirannya untuk hal-hal negatif justru mengalami kemandekan, kemunduran, tidak produktif dan akhirnya tidak menghasilkan apa-apa. Ingatlah bahwa kita juga harus mempertanggungjawabkan pikiran kita kepada Tuhan juga.

Pikiran negatif hanya akan menyangkal potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri.

 

Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>